LYRIC

Astaga

telah lama aku kagum kepadanya
wajahnya rupawan anggun dan mempesona
suatu senja aku duduk berduaan
berdebar rasa hati akan mengucap kata cinta

ku remas jemari tangannya, diam saja
ku belai rambutnya yang hitam, diam saja
ku beranikan diri untuk mengecupnya

astaga, “sekali lagi,” bisiknya
astaga, dia bilang, “sudah biasa”
aku bingung meski sedih ataukah bahagia
akhirnya ku tinggal pergi sambil gigit jari

suatu senja aku duduk berduaan
berdebar rasa hati akan mengucap kata cinta

ku remas jemari tangannya, diam saja
ku belai rambutnya yang hitam, diam saja
ku beranikan diri untuk mengecupnya

astaga, “sekali lagi,” bisiknya
astaga, dia bilang, “sudah biasa”
aku bingung meski sedih ataukah bahagia
akhirnya ku tinggal pergi sambil gigit jari

suatu senja aku duduk berduaan
berdebar rasa hati akan mengucap kata cinta

ku remas jemari tangannya, diam saja
ku belai rambutnya yang hitam, diam saja
ku beranikan diri untuk mengecupnya

astaga, “sekali lagi,” bisiknya
astaga, dia bilang, “sudah biasa”
aku bingung meski sedih ataukah bahagia
akhirnya ku tinggal pergi sambil gigit jari

astaga, “sekali lagi,” bisiknya
astaga, dia bilang, “sudah biasa”
aku bingung meski sedih ataukah bahagia
akhirnya ku tinggal pergi sambil gigit jari
akhirnya ku tinggal pergi sambil gigit jari

Loading...

Added by

admin

SHARE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ADVERTISEMENT